Pages

Selasa, 26 Februari 2013

Bukan untuk riya' (Minggu 2)








Saya selalu percaya dengan efek dari memberi. Memberi dalam hal apapun, dalam hal memberi sedekah, memberi pertolongan, memberi bantuan, bahkan memberi dalam konteks mentraktir teman-teman. Efek nya ? jelas apa yang kita beri itu akan ‘diganti’ oleh ALLAH. ‘diganti’ nya pun berlipat-lipat (Saya beberapa kali merasakannya), tentu dengan di iringi keikhlasan. minggu kemarin saya lalui dengan beberapa pekerjaan ‘memberi’. bukan untuk riya’, saya menulis ini nya hanya sekedar untuk berbagi cerita, tak bermaksud untuk memamerkan. Semua dimulai saat saya di tunjuk secara ‘paksa’ untuk menjadi ketua kelas. benar2 bukan keinginan saya. Kebetulan saya jadi ketua kelas di mata kuliah Pengantar Sosiologi. Proses pemilihannya pun saya merasa di dzalimi. Bagaimana tidak, pas Pak dosen bertanya “Siapa yang mau jadi ketua kelas ?” teman-teman serentak meneriakkan nama saya.  Demokrasi buta ini, Benar-benar saya di dzalimi. Akhirnya saya pun di tunjuk jadi ketua kelas, walau terpaksa sih, yaa mencoba untuk ikhlas,hitung-hitung tambah pengalaman. Selama kuliah baru semester 4 ini saya jadi ketua kelas.
Jadi saat minggu kedua, dosen menyuruh saya untuk mengcopy-kan GBRP (GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN) kepada semua mahasiswa di kelas nya. Di kelas kami, total berjumlah 56 mahasiswa. Entah mengapa yang memilih kelas ini begitu banyak. ada 17 Mahasiswa jurusan Akuntansi angkatan 2011 di kelas ini, sisa nya itu Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Manajemen angkatan 2012. Karena saya pikir “Ah paling hanya selembar”, akhir nya saya menolak usulan teman-teman yang ingin mengumpulkan uang. “Biar pake uang saya saja”, kata saya dengan mantap nya. Setelah saya print, ternyata semua nya ada 6 lembar. Dan yang mau di copykan ada 56 orang, berarti total nya 336 lembar, Hampir seperti 1 buku. Saya membuka dompet dan melihat isi nya, ada selembar Rp 100.000. dan itu benar-benar uang yang tersisa karena di rekening juga sudah tidak ada. Dengan mencoba untuk tetap ikhlas, saya tetap meng-copy semua nya memakai biaya sendiri dengan keyakinan “Pasti diganti dengan yang lebih besar oleh ALLAH”.
Minggu sore nya, saya berkunjung ke rumah Paman di BTP, ada Nenek datang dari kampung (Kampung saya di Belopa, silahkan cari dipeta atau Google Maps) bersama Paman yang bekerja di Luwuk Banggai. Paman saya ini mau balik ke Luwuk Banggai besok nya. Malam nya,Dia meminta saya untuk menemani nya membeli tas ransel sekaligus berkunjung ke beberapa keluarga untuk bersilaturrahmi. Paman saya ini saking sibuk nya, dari 2010, tidak pernah pulang kampung. Lebaran pun tidak pulang, maka nya saat ada kesempatan libur, dia pulang dan berusaha bersilaturrahmi ke semua keluarga-keluarga. Tepat jam 11, kami sudah tiba lagi di BTP. Saya lalu  pamit pulang karena besok nya kuliah. Saat pamit ke paman, Paman menyisipkan lembaran uang ke kantong kemeja saya. “Buat jajan” kata paman. Saat tiba di rumah dan mengecek uang nya, ternyata 3 lembar uang Rp.100.000. lihat, benar-benar diganti oleh ALLAH bukan ? berlipat-lipat pula. Saya hanya bisa tersenyum dan tak henti-henti nya mengucap syukur dalam hati.

  


Senin, 11 Februari 2013

RMK Sistem Informasi Akuntansi (Sumber : Accounting Information System, James Hall)


CHAPTER 1 : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DARI PERSPEKTIF AKUNTAN

1. Lingkungan Informasi
     
     A. Apakah Sistem Itu ?
Bagi kebanyakan orang, istilah sistem menimbulkan gambaran mental tentang komputer dan program. Kenyataannya, istilah ini memiliki makna yang lebih luas, sebagian sistem muncul secara alami (semua bentuk kehidupan) sementara sebagian lain secara artifisial (buatan manusia).

B. Suatu kerangka kerja bagi Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada para pemakai.
Sistem informasi menerima input, disebut transaksi, yang kemudian dikonversi melalui berbagai proses menjadi output informasi yang akan didstribusikan kepada para pemakai informasi. 

Transaksi adalah sebuah peristiwa yang mempengaruhi atau penting bagi organisasi dan  diproses oleh sistem informasinya sebagai sebuah unit kerja.  Transaksi dibagi menjadi dua kelas  :
1. Transaksi keuangan, yaitu sebuah peristiwa ekonomi yang mempengaruhi aktiva dan ekuitas suatu organisasi, direfleksikan dalam akun-akunnya, dan diukur dalam satuan moneter.

2. Transaksi non-keuangan, termasuk dalam semua peristiwa yang diproses oleh sistem informasi organisasi yang tidak memenuhi definisi sempit dari transaksi keuangan. Misalnya menambah seorang pemasok baru bahan mentah dalam daftar para pemasok yang sah merupakan sebuah peristiwa yang dapat diproses oleh sistem informasi perusahaan sebagai sebuah transaksi.




C. Subsistem SIA
Subsistem-subsistem SIA memproses transaksi keuangan dan non-keuangan yang secara langsung mempengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.  SIA terdiri atas tiga subsistem utama  :
1. Sistem pemrosesan transaksi – SPT (Transaction Processing System), yang mendukung       operasi bisnis setiap hari dengan sejumlah dokumen dan pesan-pesan untuk para pemakai       seluruh organisasi.  SPT merupakan pusat dari seluruh fungsi sistem informasi dengan     mengkonversi peristiwa ekonomi ke transaksi keuangan, mencatat transaksi keuangan   dalam record akuntansi, dan mendistribusi informasi keuangan yang utama ke personel             operasi untuk mendukung kegiatan operasi harian mereka.

2. Sistem pelaporan buku besar/keuangan – SPBB /K (general ledger/financial reporting          system), yang menghasilkan laporan keuangan trdisional seperti laporan laba rugi, neraca,       laporan arus kas, pengembalian pajak, dan laporan-laporan lainnya yang ditetapkan oleh             hukum.

3. Sistem pelaporan manajemen – SPM (management reporting system), yang menyediakan     manajemen internal dengan laporan keuangan dengan tujuan khusus dan informasi yang      diperlukan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan varian, dan laporan       pertanggungjawaban.


D. Akuisisi Sistem Informasi
Organisasi memperoleh sistem informasi dengan dua cara yaitu dengan mengembangkan sistem yang dibakukan dari awal melalui aktivitas pengembangan sistem in-house dan dengan cara membeli sistem komersial yang sudah diprogram dari para pemasok perangkat lunak.  Tiga jenis perangkat lunak komersial adalah  :

1. Turnkey systems merupakan sistem yang sudah selesai dan sudah diuji dan siap untuk       diimplementasikan.

2. Backbone systems terdiri atas sebuah struktur sistem dasar untuk dibangun, logika           pemrosesan utamanya adalah pra-pemrogaman, dan pemasoknya kemudian mendesain perangkat pemakai untuk disesuaikan dengan kebutuhan unik setiap kliennya.
  
3. Vendor-supported systems merupakan sistem baku (atau dibakukan) yang dibeli               organisasi secara komersial, bukannya dikembangkan secara in-house.

2. Struktur Organisasi

Struktur organisasi mencerminkan distribusi tanggung jawab, otoritas dan akuntabilitas (pertanggung jawaban) seluruh organisasi. 

A. Segmen Bisnis
Organisasi bisnis terdiri atas unit-unit atau segmen-segmen fungsional.  Tiga pendekatan yang paling umum untuk mensegmentasikan sebuah perusahaan meliputi  :
1. Lokasi geografis, banyak organisasi memiliki kegiatan operasional yang menyebar di seluruh negara dan dunia.

2. Jalur Produk, menciptakan divisi terpisah untuk tiap jalur produk, seolah-olah mereka merupakan perusahaan yang terpisah.

3. Fungsi Bisnis, segmentasi fungsional membagi organisasi menjadi wilayah-wilayah tanggung jawab yang terspesialisasi berdasarkan tugas.

B. Segmen Fungsional
Segmentasi berdasarkan fungsi bisnis adalah metode pengaturan yang paling umum.

Manajemen bahan baku adalah merencanakan dan mengendalikan persediaan bahan baku perusahaan. Manajemen bahan baku memiliki tiga subfungsi:
1.  Pembelian  adalah tanggung jawab untuk memesan persediaan dari berbagai pemasok ketika tingkat persediaan jatuh ke titik pemesanan ulang.

2. Penerimaan adalah pekerjaan menerima persediaan yang sebelumnya dipesan oleh bagian pembelian.

3. Penyimpanan merupakan aktivitas penyimpanan fisik berbagai persediaan yang diterima dan pelepasan sumber daya ini kedalam proses produksi ketika dibutuhkan.


Produksi
Aktivitas produksi terjadi dalam siklus konversi dimana bahan baku mentah, tenaga kerja, dan aktiva pabrik digunakan untuk membuat produk jadi.

Pemasaran
Pasar perlu mengetahui dan memiliki akses ke berbagai produk perusahaan. Fungsi pemasaran berhubungan dengan berbagai masalah strategi promosi, periklanan, dan riset pasar produk.

Distribusi
Aktivitas untuk membuat produk sampai ke tangan pelanggan setelah adanya penjualan.

Personalia
Fungsi personalia yang dikembangkan secara lengkap meliputi perekrutan, pelatihan, pendidikan lanjutan, konsultasi, evaluasi, hubungan ketenagkerjaan, dan administrasi kompensasi.
 Keuangan
Fungsi keuangan mengelola sumber daya keuangan perusahaan melalui aktifitas perbankan dan perbendaharaan, manajemen portofolio, evaluasi kredit, pengeluaran kas, dan penerimaan kas.

C. Fungsi Akuntansi 
Fungsi akuntansi mengatur sumber daya informasi keuangan perusahaan. Peranfungsi akuntansi yaitu menangkap dan mencatat efek-efek keuangan dari transaksi perusahaan, mendistribusikan informai transaksi ke personel-personel operasi untuk mengkoordinasikan tugas-tugas utama mereka.


D.  Fungsi Jasa Komputer 

3. Pemrosesan Data Tepusat
Semua pemrosesan data dilakukan oleh satu atau lebih komputer besar yangditempatkan dibagian tengah yang melayani semua pemakai dalam organisasi.

Administrasi database, perusahaan yang diorganisasi secara terpusat mempertahankansumber daya data mereka pada lokasi sentral yang digunakan bersama oleh semuapemakai akhir. Pemrosesan data, mengatur sumber daya komputer yang digunakan untuk melakukanpemrosesan transaksi hari demi hari terdiri atas kontrol data, konversi data, operasikomputer, dan perpustakaan data.




Pengembangan dan Pemeliharan Sistem, kebutuhan pemakai akan sistem informasidipenuhi oleh dua fungsi yang saling terkait yaitu sistem pengembangan dan sistempemeliharaan. Sistem pengembangan bertangung jawab untuk menganalisis kebutuhanpemakai dan mendesain sistem yang baru utnuk memuaskan kebutuhan-kebutuhantersebut. Sistem pengembangan terdiri atas profesional sistem, pemakai akhir danstakeholders.

A. Pemrosesan Data Distribusi (PDD)
PDD melibatkan pengorganisasian kembali fungsi jasa komputer ke unit-unit pemrosesan informasi yang lebih kecil, kemudian didistribusikan ke pemakai akhir dan
ditempatkan dibawah kontrol mereka. Adapun kelemahan-kelemaha PDD yaitu salahmanjemen terhadap sumber daya organisasi, ketidakcocokan perangkat keras danperangkat lunak, tugas yang berlebihan, konsolidasi kegiatan-kegiatan yang tidak cocok,mempekerjakan profesional berkualitas dan kurangnya standar. Sedangkan yangmenjadi kekuatan PDD adalah pengurangan biaya, meningkatkan tanggung jawabkontrol biaya, meningkatkan kepuasan pemakai, dan pendukung.


4. Evolusi Model-Model Sistem Informasi.

A. Model Proses Manual
Model proses manual adalah bentuk yang paling tua dan tradisional dari sistemakuntansi., membentuk peristiwa-peristiwa fisik, sumber daya dan personel yangmencirikan kebanyakan proses bisnis.

Model Flat file, menjelaskan suatu lingkungan dimana file-file data individual tidakberkaitan dengan file-file lainnya. Pemakai akhir mempunyai file data sendiri dan tidakmenggunakan bersama pemakai lainnya

B. Model Database
Sebuah organisasi dapat mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan flat file dengan mengimplementasikan model database kemanajemen data. Pendekatanini memusatkan organisasi data ke sebuah database umum yang dipakai bersama-samaoleh para pemakai. Akses kesumber data dikontrol oleh sistem manajemen database(DBMS –database management systems). DBMS merupakan sistem perangkat lunakkhusus yang diprogram untuk mengetahui elemen-elemen data yang dapat diotorisasisetiap pemakai untuk diakses. Jika pamakai meminta data dimana ia tidak memilikiotoritas akases atas data tersebut, permintaan akan ditolak. Melalui pemakaian databersama, masalah yang berkaitan dengan pendekatan flat file mungkin dapat diatasidiantaranya pnghapusan kelebihan data, pembaruan tunggal, dan nilai lancar








\C. Model REA
REA adalah kerangka akuntansi untuk membuat model Resourrce, Events dan
Agents yang kritikal dalam organisasi dan relasi diantara mereka. Elemen-elemen REAdirangkum sebagai berikut :
1.Sumber daya ekonomi adalah aktiva dari organisasi

2.Peristiwa-peristiwa ekonomi merupakan fenomena yang mempengaruhiperubahan sumber daya.

3.Agen-agen ekonomi adalah para individu dan departemen-departemen yangberpartisipasi dalam peristiwa ekonomi.

Model REA mensyaratkan bahwa fenomena akuntansi dicirikan dengan cara yangkonsisten dengan pengembangan perspektif pemakai majemuk. REA merupakansebuah model konseptual, bukan sistem fisik. Namun banyak dari prinsip-prinsipnyaditemukan dalam sistem database yang sudah maju. Aplikasi yang paling penting darifilosofi REA dilihat dalam perkembangan sistem ERP

D. Sistem ERP (Enterprise Resource Planning)
ERP merupakan sebuah model sistem informasi yang memampukan suatuorganisasi untuk mengotomatiskan dan mengintegrasikan proses-proses bisniskuncinya. ERP memecah dua hambatan fungsional tradisional dengan memfasilitasi pemakaian data berasama, arus informasi, dan dengan memperkenalkan praktik-praktikbisnis umum diantara semua pemakai organisasi.Sebagian modul-modul ERP yang sudah dikenal umum adalah manajemen aktiva,akuntansi keuangan, solusi industri spesifik, pemeliharaan pabrik, perencanaanproduksi, manajemen kualitas, penjualan dan distribusi, dan manajemen persediaan.Salah satu masalah dengan modul-modul yang terstandarisasi adalah bahwa merekamungkin tidak selalu memenuhi kebutuhan organisasi secara tepat


5. Peran Akuntan
Para akuntan pertama-tama terlibat dengan tiga cara yaitu:

A.  Akuntan sebagai pemakai
Dalam kebanyakan organisasi, fungsi akuntansi merupakan pemakai tungal yang paling besar dari jasa komputer. Sebagai pemakai akhir, para akuntan harusmemberikan gambaran yang jelas tentang kebutuhan mereka kepada para profesionalyang mendesain sistem mereka.

B.  Akuntan sebagai desainer sistem
Apresiasi terhadap tanggung jawab akuntan untuk suatu desain sistemmemerlukan perspektif historis yang mendahului komputer sebagai alat informasi bisnis.Secara tradisional, para akuntan bertanggung jawab untuk aspek-aspek kunci darisistem informasi, termasuk menilai kebutuhan informasi pemakai, mendefinisikan isi danformat output laporan, menspesifikasi sumber data, memiliki peraturan akuntansispesifik, dan menentukan kontrol yang diperlukan untuk menjaga integritas dan efisien sisistem informasi. Pada masa sekarang, tanggung jawab desain sistem dibagi diantaraakuntan dan profesional komputer sebagai berkuit : fungsi akuntansi bertanggung jawabuntuk sistem untuk sistem koseptual dan fungsi komputer bertanggung jawab untuksistem fisiknya saja.

C. Akuntan sebagai auditor sistem
 Auditing adalah salah satu bentuk pengujian independen yang dilakukan olehseorang ahli auditor yang menunjukan pendapatnya tentang kejujuran (fairness) sebuah laporan keuangan. Keyakinan publik pada reliabilitas laporan keuangan yang dihasilkansecara internal terletak pada validasi yang dilakukan oleh seorang auditor ahli dan independen, jasa ini sering disebut sebagai fungsi pembuktian (attest function).



Auditing Eksternal
Secara historis, tanggung jawab akuntan eksternal sebagai seorang auditor sistem terbatas pada fungsi pembuktian yang disebutkan sebelumnya.

 Assurance service
adalah jasa profesional, termasuk fungsi pembuktian yang didesain untuk meningkatan kualitas informasi, baik keuangan maupun non-keuangan, yangdigunakan oleh para pengambil keputusan.

 AuditingTI
 biasanya dilakukan sebagai bagian dari audit keuangan. Auditor TI membuktikan  integritas elemen-elemen dari sistem informasi organisasi yang semakin kompleks dengan adanya teknologi komputer

Auditing Internal
 Auditing internal merupakan fungsi penilaian dalam organisasi. Auditor internal melakukan serangkaian kegiatan atas nama organisasi, termasuk diantaranyamelakukan audit laporan keuangan, mengkaji kesesuaian kegiatan operasi dengankebijakan organisasi, mempelajari kesesuaian organisasi dengan kewajiban umum   mengevaluasi efisiensi operasional, mendeteksi dan mengejar kecurangan dalamperusahaan, dan melakukan audit TI








Jumat, 08 Februari 2013

Bukan untuk riya' (Minggu 1)


Jadi begini, dosen Akuntansi Manajemen saya, Pak Alimuddin, punya tugas tiap minggu untuk tiap mahasiswa nya. Nama tugas nya itu “OLAH RASA”. Olah Rasa ini, Tugas nya yaitu menulis kebaikan-kebaikan ikhlas yang telah dilakukan dalam satu minggu. Kedengaran aneh kan ? tentu bukan hanya ini saja tugas nya, tugas-tugas perkuliahan pun tetap ada. Tugas menulis kebaikan ini mungkin di maksudkan agar kami selalu senantiasa terpacu untuk membuat kebaikan-kebaikan. Ternyata di tiap mata kuliah yang bapak ajar, semua mahasiswa nya di minta untuk membuat tugas semacam ini. Oke, jadi tulisan-tulisan saya nanti akan saya masukkan ke blog ini, bukan bermaksud untuk riya’. ya supaya lebih ramai lah isi blog ini.
 Oke ini tulisan kebaikan minggu pertama saya :

Seminggu ini, saya lebih banyak di rumah. Selain karena proses perkuliahan belum mulai, badan saya juga kurang sehat, beberapa hari saya terkena demam. Soal kebaikan yang dilakukan ? mungkin hanya sedikit seingat saya (Bukan berarti yang saya tidak ingat banyak). Bukan bermaksud untuk riya’, terkadang jika saya mengisi bensin di SPBU dekat pintu 1 atapun pintu 2 Unhas, di sana biasa nya, di depan SPBU tersebut ada pengemis yang duduk di depan pintu keluar . Dengan stelan yang kayaknya hampir seragam dengan semua pengemis di Makassar-duduk di atas kursi kecil yang di bawah nya di berikan roda (Untuk mempermudah jalannya, karena beberapa dari mereka kaki nya tidak lengkap sebelah alias cacat), baju compang-camping plus memegang timba di tangan nya-berharap belas kasihan dari orang-orang yang keluar dari SPBU. Kalau saya, jujur jika ada lembar seribuan maupun dua-ribuan di kantong, saya dengan senang hati untuk memberikan nya. Bukan kah sedekah memperlancar rejeki ? bukan kah dengan memberi justru akan semakin bertambah bukan berkurang ? Namun, terkadang saya berpikir, kalau mereka terus-menerus di beri dan di beri, ini justru akan membuat mereka keenakan dan cenderung malas. Bukan kah kita dituntut untuk berusaha ? memang sih mereka juga berusaha (Panas-panasan di depan SPBU) tetapi jika hanya bermodal “Menyodorkan tangan ?” ya sama saja meminta.
(Ilustrasi pengemis, sumber : google.com)


Saya lebih menghargai orang yang melakukan pekerjaan apapun (yang halal tentu nya) demi mendapatkan rejeki. Termasuk Juru parkir. Jadi begini, hari rabu tanggal 6 feb, kira-kira jam 10 pagi, saya singgah di Atm BNI dekat Rumah Sakit Unhas. Di ATM ini, terdapat juru parkir yang usia nya kira-kira sudah 50 tahun ke atas. Badan nya kurus kering, kulit nya agak hitam, tapi semangat nya masih merah menyala. Saya, tiap mau ke ATM ini, selalu saja saya sengaja parkir agak jauh. tentu karena malas bayar uang parkir. Bayangkan, hanya beberapa menit kita di mesin ATM, keluar mesti bayar seribu. Tetapi hari itu entah mengapa saya parkir langsung tepat di depan mesin ATM nya. Setelah selesai menarik uang, saya kembali ke motor, duduk sejenak sambil mengamati juru parkir ini. Juru Parkir tua itu pun sudah berdiri berharap saya membayar retribusi parkirnya. Tiba-tiba dalam hati saya bergumam “Kasihan juga ini bapak, dia bekerja untuk mendapatkan rejeki ketimbang mengemis.  Apakah saya pantas untuk menghambat rejeki nya ? “ saya pun mengambil seribuan dari kantong celana lalu memberikannya. Juru parkir itu tersenyum, dan saya pun langsung pergi.
Jadi inti nya begini, setiap makhluk, pasti rejeki nya sudah di atur oleh ALLAH, termasuk juru parkir tua tadi. Rejeki itu ada yang datang langsung dan ada yang di beri ALLAH lewat perantara. Contoh, pedagang, Perantara rejeki nya ya tentu lewat pembeli nya. Menurut saya, perantara rejeki bagi juru parkir tadi ya tentu orang-orang yang membayar retribusi parkirnya. Apakah masih tega kita menganggap hal-hal remeh seperti membayar retribusi parkir ? kita bisa jadi menghambat rejeki mereka loh.  itu lah kebaikan yang saya rasa saya lakukan minggu ini. Agak aneh ya,  Meski hanya membayar retribusi parkir. Sekali lagi. Bukan untuk riya’.





Rabu, 30 Januari 2013

Buat tetangga ku


Tinggal di kota besar seperti Makassar, apa lg di kompleks perumahan, memang membuat kebanyakan orang ,mungkin termasuk saya, menjadi agak individualis. Pagar yang tinggi, rumah yang tertutup rapat, membuat sosialisasi dengan tetangga samping kiri-kanan-depan-belakang (kedengaran kayak chat GTA ya ?) hampir tidak ada. Hampir tidak ada berarti adalah sedikit-sedikit. Saya di Makassar numpang di rumah Tante (Makan tidur gratis cuy), rumah nya di perumahan NTI. Apakah saya akrab dengan tetangga nya ? jangan kan akrab, kenal pun tidak. Tetapi jika kebetulan pas keluar rumah ketemu, ya saya usahakan untuk menyapa. Biar bisa akrab , minimal kenal lah.
Pagi itu hari minggu, Makassar hujan lebat, tetangga di depan rumah kami menggelar acara, tidak jelas acara apa, karna posisi rumah nya itu memang di depan rumah tante, tapi yang menghadap ke kami itu bagian kiri rumah nya. Jadi Cuma tembok saja yang kelihatan. Saya intip-intip ada tenda,kursi2 segala macam.  Saup-saup juga terdengar orang menyanyi-menyanyi. Mungkin audisi X-factor kali ? . Dalam hati langsung bergumam “Gilee, bikin acara kagak ngundang2 tetangga dekat” (Astaghfirullah…. Ini mah modus biar bisa ikut makan enak doang)
Sore hari nya, masih terdengar orang nyanyi2 juga, tante sekeluarga pergi, saya cuma sendiri di rumah. Menghabiskan waktu sore dengan nonton ISL,lupa tim apa yang bertanding (Tolong IPL lover jangan Nyinyir, salam siaran langsung di Radio) Mana lapar, mau bikin mie bosan,bikin telur bosan, bikin anak juga bosan *EHH, ya sudah , terpaksa tahan perasaan saja,, menjelang maghrib, pagar rumah digedor-gedor, ada orang di luar. Saya mengintip dari jendela, ternyata tetangga yang bikin acara tadi. Dan dia membawa nampan, dan di atas nya….. di atas nya…. ada 3 piring lauk !!!!!! wohoooo !!!!! Alhamdulillah……. “Aduhh makasih banyak bu,, ibu sama anak-anak nya lagi keluar” kata saya sambil merebut nampan nya. Ah bukan merebut, tetapi menerima. “Oh ia dek, tadi acara ultah anak kami (Anaknya umur2 setahun lah) maaf tidak di undang, kan ibu udah besar-besar anaknya (Sepupu saya kelas 6 SD dan 2 SMP)” tetangga me-Reply. “Oh ia ia gak apa-apa bu”, kata saya. “Saya permisi dulu” kata tetangga setelah saya mengembalikan nampan dan 3 piring nya , kurang ajar nya saya tidak mencuci nya. Langsung balikin aja (dia yang suruh kok gak usah di cuci)

 Maaf ya tetangga, sudah berprasangka buruk terhadap mu, terima kasih lagi buat lauk nya 


Dari tetangga sebelah
Taufan Abdillah~

Senin, 28 Januari 2013

Ini 2012 ku... 2012 mu bagaimana ?


2012 baru saja berlalu… bagaimana kawan ? apakah resolusi,harapan dan impian yang kalian atur di akhir 2011 tercapai ? saya ? hmmm jujur tak ada satu pun hahahaha J. Mungkin karna dulu cuma sebatas “di gembar-gemborkan”, tidak “di niatkan” dan “dijalankan”, udah, hilang dan berlalu begitu saja. Masih ingat dulu pernah bilang 2012 harus naik gunung, eh ternyata ndak jadi-jadi -_- . Tapi berbicara tentang 2012, jujur di tahun ini banyak pengalaman-pengalaman baru yang saya dapat, dan semua itu tanpa di rencakanan, mengalir begitu saja . Mungkin di catatan jelek ini (baru belajar,bro) saya akan coba untuk merangkum kilas balik saya selama 2012 ~
1) Sisi akademik
Di 2012 ini, 2 semester saya lewati yaitu semester 2 dan semester 3, nilai ? hmmm semester 2, ya saya mengalami penurunan nilai dari semester 1, jika di semester 1 IP saya 3,5 , di semester 2 IP saya turun drastis menjadi 2, 92 :| . akibat nya IPK pun menjadi 3,27. Di semester 2 ini memang saya akui saya agak malas, ada matkul yang beberapakali tidak saya masuki dan terkesan saya hindari. akhirnya, ada huruf “D”, “C+”, n “B-“ yang menghiasi daftar nilai saya, itu lah yang bikin nilai menurun. Akibat nya, semester 3 saya cuma ngambil 18 SKS (6 mata kuliah) karna tidak boleh lebih dari 20 sks. Betul-betul keadaan ini membuat saya tidak bisa santai-santai di semester 3. Keadaan ini betul-betul menjadi cambuk bagi saya di semester 3. Ada satu hal kecil yang dapat saya petik disini,  saya jadi memahami perasaan teman-teman yang dulu waktu semester 1 IP nya rendah, dan kemudian mendapat pertanyaan “ Berapa IP mu bro ?” atau “Kenapa ndak ambil Matkul ini ?”. awalnya, memang hal ini membuat perasaan minder selalu muncul. Tapi sekali lagi saya tidak ambil pusing, biarlah semua ini saya jadikan pelajaran ~.
Semester 3 ? Bro, mungkin disini benar-benar saya kerja keras. absen bersih, tugas tugas hajar meskipun begadang tiap hari, mid sikat, final tes pun di kerja semaksimal mungkin. Bersyukur, saya beberapa kali sekelas  dengan teman-teman hebat.orang-orang yang cerdas,orang-orang yang tak henti memberikan motivasi, tak segan untuk membantu menjelaskan hal yang tak saya mengerti, mereka ini yang kadang membantu saya. Belajar sama mereka, kerja tugas juga bersama mereka.  Saya pernah dengar kutipan begini,”Jika kita bergaul dengan tukang parfum,maka kita bisa kecipratan harumnya” 
Jika kita bergaul dengan orang-orang seperti ini, akan kecipratan juga dampak-dampak positifnya dari mereka,hehe.  Alhamdulillah setelah nilai keluar, cukup memuaskan, IP 3,63 cuy J


2. Juara Divisi satu Liga UNHAS
Oh ia, di 2012 tepatnya di semester 2, UKM Sepakbola UNHAS mengadakan kompetisi antar fakultas, dan fakultas tercinta yaitu fakultas ekonomi pun turut serta di dalamnya. Di turnamen ini, di bagi menjadi 2 divisi. Divisi utama dan divisi satu. Ekonomi sendiri berlaga di divisi satu, akibat dari musim sebelum nya,hehe. tak usah diceritakan karna saya juga kurang tau :D. materi pemain kami memang saya akui bagus, rata-rata pemain kami memang pemain di UKM juga. setelah melalui persaingan yang ketat dengan Fak. Kedokteran dan Fak Kehutanan, Alhamdulillah kami juara 1 disini. Finnaly, di musim 2013, kami berhak berlaga di divisi utama J. Setelah kami menjadi juara divisi satu, kami pun di adu dengan juara divisi utama yaitu Teknik Mesin. Ceritanya untuk memperebutkan gelar Super Cup gitu. Tapi kemudian kita juara bersama karna hasil  nya seri 1-1 dan tak ada adu penalty.bertambah gelar lagi uhuuuy \m/.


nih coy foto tim kita :D


Nih Piala nya :D

3. Masuk Grup Nasyid
Hahaha, gak menyangka di 2012 ini bisa masuk di grup nasyid. Menjadi Munsyid atau sebutan bagi orang yang mendendangkan lagu-lagu nasyid ini agak berat. Kenapa berat ? karena di lagu-lagu yang kami bawakan bertemakan dakwah, lagu-lagu yang menyeru untuk berbuat kebaikan. Berat nya dimana ? ya berat, diri sendiri aja belum beres, hahahaha. Grup nasyid kami bernama Fosei Voice, lupa kapan tanggal terbentuknya. Kenapa Fosei Voice ? karena kami semua adalah anggota dari Organisasi Fosei (Forum Studi Ekonomi Islam) Unhas. Sebagai bentuk Syi’ar dari organisasi ini, maka dibentuklah Fosei Voice. Formasi awal nya itu ada Ashraq (Beliau ini anak nasyid memang :D) sebagai vokalis, Arief Chiby (Anak nasyid juga tawwa :D) sebagai backing vocal, Kak Achmad sebagai backing vocal, Amanatullah sebagai bassis, dan saya sendiri sebagai perkusi. Sebenarnya saya tidak terlalu mahir, namun karena ada dasar beatbox yang pernah dipelajari, ya udah hajar aja broo :D, oh ia nasyid kami beraliran acapela, jadi tanpa ada instrument alat musik. Instrument nya dari harmonisasi suara kami. Bisa dibayangkan, 3 orang amatir (Saya,Kak Achmad,n Ulla,kalo Ashraq n Chiby sudah pro tawaa :D) mencoba mengharmonisasikan suaranya, hahahahahahaha. Perform pertama kami di acara Raker Fosei (kalo ndak salah), lagu yang kami bawakanya lagu nya grup nasyid yang sudah terkenal,bukan lagu sendiri :D. jadi disela-sela istirahat makan, kami menghibur mereka, dengan sound system seadanya (pake wireless) dan juga suara seadanya tentunya :D.
Setelah itu kami ganti formasi, Kak Achmad keluar, masuk Mahyudin n Acil. Jadi kami sekarang berenam, perform dengan formasi ini dimulai waktu acara Kampanye Nasional Zakat 2012. Jadi FOSSEI (Forum Sillaturrahmi Studi Ekonomi ISLAM) induk dari seluruh Kelompok Studi Ekonomi islam di kampus-kampus di Indonesia, punya agenda tiap tahun yaitu Kampanye Nasional Zakat. Waktu itu bertempat di Aula FIS B FE UH, kami perform dengan sound system yang sudah agak lumayan (meski ada yang masih pake wireless), dengan membawakan 2 lagu. secara keseluruhan agak mantap lahhhh :D. berturut-turut kami juga perform di acara yang diadakan oleh PKPU. Sebuah lembaga amil zakat, mereka mengundang puluhan anak yatim-piatu untuk belanja gratis di Carrefour. Jadi kami manggung di Carrefour Panakukang (Masuk Mal broo :D) disaksikan puluhan anak yatim-piatu, kalo ndak salah bawa 4 lagu ya ??? kami juga pernah perform di Cafe Danau ,Acara nya FOSSEI Regional SULSEL (disini Hancuuur betul), terus perform di Acara Wisuda Fakultas Ekonomi Unhas, permintaan langsung dari PD 3 loh, disini minus Acil, beliau lagi pulkam waktu itu.terus perform juga, di acara buka puasa bersama dengan keluarga besar bidik misi Unhas (disaksikan PR 3 loh, dan hancuuuur :D), disini minus Mahyudin n Ulla, jadi Ulla nya diganti Kak Angga. Kami juga ikut lomba nasyid sekali, lomba yang diadakan oleh ANN (Asosiasi Nasyid Nusantara Sulsel), yaa cari pengalaman lah. Perform terakhir kami saat penerimaan Mahasiswa baru Fakultas Ekonomi 2012 di Aula FIS B FE UH, lumaayaaan disini, sound bagus, teman-teman semangat, atau karena lagi di depan Maba bro ? :D Hahahahahaha~
Kenapa kebanyakan hancuuuur ya ? :D mungkin karena kami ini masih amatir (Kecuali Ashraq n Chiby tentunya :D) yah… terus kalo latihan juga sering main-main, latihan 30%, bercanda 70% hahahaha. Tempat latihan kami itu dulu di kamar nya Ulla di Ramsis, kadang-kadang juga di Danau Unhas. Yaaa walaupun banyakan “hancur” dari pada “lumayan”, setidaknya punya pengalaman bro :D

nih foto waktu perlombaan nasyid di citra land :D


4. Jadi pendamping Maba
Waktu terasa cepat berlalu,gak terasa udah jadi senior di kampus, sudah ada angkatan 2012. jadi begini, dalam rangkaian proses pengkaderan di IMA (Ikatan Mahasiswa Akuntansi) UNHAS, maba-maba jurusan Akuntansi ini akan masuk prosesi bina akrab , nah sebelum bina akrab ini ada tahap yaitu pra bina akrab. Disinilah saya jadi pendamping mereka. Tugas dari pendamping ya mendampingi kelompok :D,  Saya kebagian kelompok 10, berpasangan dengan Noni. Waktu diminta kesiapan untuk jadi pendamping, ya udah saya “Iya-kan” saja, cari pengalaman broo :D.  kurang lebih hampir 1 bulan lah saya mendampingi mereka. Awal ketemu mereka itu saat di baruga, mereka dikumpulkan untuk ketemu pendamping nya masing-masing. Anggota kelompok 10 ini terdaftar berjumlah 9 orang. Ahmad Rizal,Sugianto,Imam,Laras,Salma,Kris,Idham dan Dillah. Saat pengumpulan pertama 7 orang hadir kecuali Kris n Ahmad Rizal. Saat ketemu mereka pertama kali, ya udah basa-basi dulu, perkenalan, terus Tanya bagaimana mereka selama prosesi, saya mah kebanyakan diam, bingung juga mau nyampein apa, untung ada Noni yang lebih banyak berbicara .hahahahaha.
Selama jadi kakak damping mereka, yang dilakukan itu seperti sms terus kalo ada info yang berhubungan dengan pengumpulan, pokoknya ada info-info langsung sms, untung saya pake 3, hahahahaha. Kami juga sempat bikin agenda kebersamaan di Danau Unhas, meskipun tidak lengkap, yang penting ngumpul-ngumpul lah . Selama proses pra sampai bina akrab, anggota kelompok 10 ini lumayan semangat dalam mengikuti prosesi. Namun Ahmad Rizal n Sugianto kayaknya sudah tidak mau lanjut, jadi sisa bertujuh deh anggota kelompok 10. Pra bina akrab ini berlangsung selama 2 kali, tanggal 24 November dan 25 November 2012. Di tanggal 24, mereka seharian menerima materi, terus tanggal 25 nya acara olahraga dan games tradisional bersama dengan senior. Terus siang nya mereka ‘di adu’ antar kelompok dalam agenda debat tematik. Jadi sebelum nya mereka sudah diberi tema debat, nanti hari H debatnya, baru ditentukan mereka kelompok pro atau kontra. Kelompok 10 mendapat tema “Minimarket vs Pasar tradisional”. Hal yang dapat saya petik dari pengalaman menjadi pendamping ini adalah, bagaimana kita mencoba untuk mentransformasikan nilai-nilai dari pengkaderan itu yang pernah kita dapat, kepada junior atau adik damping kita. Kita juga dituntut untuk selalu menjaga semangat juga tak henti nya memberikan motivasi agar mereka tak berhenti di proses ini.
 Untuk adik-adik kelompok 10 saya Cuma ingin berpesan :
“Terus berproses ! sesungguh nya semua akan indah pada waktu nya, selalu semangat ikuti tiap prosesi anak muda ! jaga silaturrahmi kita ya !”

foto waktu Pra Pato. minus kak Noni


Itu lah beberapa pengalaman baru yang saya dapat di 2012, tanpa direncanakan, tanpa dijadwalkan, tanpa di bayangkan, semua terjadi dan mengalir begitu saja, yah, saya cuma mencoba untuk menikmati semuanya. semoga di 2013 ini, saya bisa menjadi orang yang lebih baik lagi, dapat pengalaman yang baru lagi, pengalaman yang bisa buat kita belajar memaknai arti hidup ini, ok sekian, Assalamualaikum wr.rb ~

Salam,yang lumayan beruntung di 2012
Taufan abdillah~

Senin, 19 Desember 2011

Kekisruhan (lagi) dalam tubuh PSSI. Dualisme kompetisi di Liga Indonesia

*Ini artikel yang rencana saya kumpulkan untuk tugas BKMA

Oleh : Taufan Abdillah Andi Wajuanna


Dualisme dalam tubuh PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) kembali terjadi. Setelah musim lalu ada ISL (Indonesian Super League) dan LPI (Liga Primer Indonesia), kini ada IPL (Indonesian Premier League) dan ISL (Indonesian Super League). Jika musim lalu ISL adalah kompetisi resmi dan LPI ada lah kompetisi tandingan, kini berbanding terbalik, sekarang IPL adalah kompetisi resmi dan LSI hanyalah kompetisi yang dijalankan oleh sebagian klub-klub yang membelot karna merasa tidak terima dengan keputusan PSSI.
            Kasus yang dulu dan sekarang terjadi dualisme dalam tubuh persepakbolaan kita sebenarnya sama. Sama-sama tidak setuju dengan keputusan-keputusan PSSI. Jika dulu, Arifin Panigoro menjalankan kompetisi tandingan yaitu LPI (Liga Primer Indonesia) karna merasa PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid tidak becus, kini ISL (Indonesian Super League)  dijalankan karna merasa PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin membelot dari hasil keputusan kongres di Bali. Keputusan kongres di Bali adalah, menetapkan klub peserta Liga Indonesia adalah hanya 18 klub dan pengelola liga adalah PT. Liga Indonesia (PT LI). Namun yang terjadi kemudian, PSSI malah membubarkan PT. LI dan menunjuk PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) sebagai pengelola liga. PT LPIS merupakan perusahaan baru bentukan PSSI era Djohar Arifin yang dipimpin oleh Widjayanto yang notabene merupakan orang kepercayaan Arifin Panigoro. Kemudian PSSI juga menetapkan jumlah kontestan adalah 24 klub. Klub tambahan itu adalah Persema Malang, PSM Makassar, Persibo Bojonegoro, Bontang FC, Persebaya Surabaya dan PSMS Medan.
            Sebagaimana yang kita ketahui, Persema Malang, PSM Makassar dan Persibo Bojonegoro adalah tim yang musim lalu mengikuti LPI dan kemudian mereka dikenakan sanksi PSSI waktu itu dengan mendegradasi mereka ke tingkat bawah. Mana mungkin tim yang sudah di degradasi di ikutkan lagi ke kompetisi tingkat teratas? Kemudian Bontang FC, dipaksakan masuk kembali ke kompetisi tertinggi padahal sudah degradasi musim lalu. Kalau pembaca ingat mereka di kalahkan Persidafon Dafonsoro pada babak play off waktu itu. Kemudian  Persebaya Surabaya dan PSMS Medan, dimasukkan ‘Cuma’ karena faktor kota Surabaya dan Medan adalah ikon kota sepakbola, dan tim mereka punya sejarah panjang di Liga Indonesia. Padahal tim mereka saat itu berlaga di Divisi Utama. Pemaksaan kehendak untuk memasukkan ke 6 klub ini mungkin adalah sebagai ‘balas jasa’ karena di awal ke-6 klub ini lah yang getol mendukung Djohar Arifin.
            Nah, keputusan-keputusan ini lah yang tidak diterima oleh mayoritas klub, mereka menolak keras keputusan ini, tapi Ketua Umum PSSI Djohar Arifin tetap pada pendiriannya. Dia menegaskan bahwa kompetisi PSSI itu adalah kompetisi yang diputuskan sah oleh PSSI. Karena PSSI di Indonesia adalah hanya satu dan itu hanyalah PSSI yang dipimpin olehnya. Akhirnya kompetisi Liga Indonesia kembali bergulir, tapi dengan nama Indonesian Premier League. Dan klub-klub yang tidak terima dengan keputusan ini kemudian membentuk liga tandingan dengan operator liga adalah PT LI, karena mereka merasa PT LI masih sebagai pengelola resmi. Akhirnya sekarang, di Indonesia ada dua kompetisi yaitu IPL dengan jumlah 13 klub dan ISL dengan jumlah 18 klub. ISL di ikuti oleh sebagian tim-tim besar Indonesia semacam Persija Jakarta, Arema Indonesia, Persipura Jayapura, Sriwijaya FC dan Persib Bandung.
            Djohar Arifin, orang yang digadang-gadang bisa menyelamatkan sepakbola Indonesia dari era ‘kegelapan’ di rezim Nurdin Halid, kini malah tidak ada bedanya. Bahkan bisa dikatakan lebih buruk. Keputusan-keputusan kontroversialnya selain yang disebutkan tadi, juga antara lain seperti memecat secara sepihak Alfred Riedl dan menggantinya dengan Wim Riesjerbegr,  kemudian melarang pemain-pemain ISL untuk membela Timnas. Padahal seperti yang kita ketahui 80 % pemain Timnas adalah pemain yang beredar di ISL. Nama-nama seperti Titus Bonay, Patrich Wanggai, Okto Maniani, Firman Utina, Bambang Pamungkas, Christian Gonzales, M. Ridwan adalah pemain-pemain yang berkompetisi di ISL. Dualisme akhirnya mengorbankan pemain-pemain terbaik kita. Dualisme kompetisi ini juga yang kemudian menyebabkan Pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan mundur dari kursi kepelatihan nya. Tampaknya dia kecewa dengan kebijakan PSSI yang melarang pemain ISL membela Timnas, membuat dia tidak bisa memilih pemain-pemain terbaik. Belakangan PSSI juga memutuskan melarang pelatih dari ISL untuk menangani timnas.
            Dualisme juga membuat tim-tim terbagi dua. Satu mengikuti ISL dan satunya mengikuti IPL, seperti Persija dan Arema. Dua tim ini memiliki tim di ISL maupun IPL. Masing-masing manajemen tim tersebut mengklaim mereka lah yang paling benar. Tapi bisa kita liat sendiri masyarakat tampaknya lebih ‘memercayai’ ISL. Jika Persija ISL ataupun Arema ISL berlaga, stadion-stadion tampak full. Bisa kita liat juga di pertandingan ISL tim-tim lain. Persipura Jayapura juga kena dampak dari dualisme kompetisi. Mereka gagal tampil di Liga Champion Asia. Penyebab nya ya karna mereka mengikuti ISL. Tapi belakangan diketahui, Djohar Arifin juga mengirim surat rekomendasi kepada AFC (Asian Football Confederation) untuk mencoret Persipura. Padahal sebenarnya AFC tak ambil pusing apakah Persipura ISL atau IPL. Ini lah yang menyebabkan Pendukung Persipura Jayapura termasuk saya dan juga seluruh orang-orang Papua, sangat-sangat kecewa. 1 minggu yang lalu ratusan orang Papua dan pendukung Persipura Jayapua yang ada di sekitar Jakarta melakukan demo di depan kantor PSSI. Mempertanyakan kenapa sampai Persipura gagal mengikuti Liga Champion Asia. Sudah cukup lah kami di kecewakan Indonesia, masa dalam bidang sepak bola yang merupakan jalan lain pengangkatan harkat dan martabat orang Papua, kami juga di kecewakan ? seperti diketahui Sepak bola dan Persipura sudah seperti di anggap ‘agama kedua’ bagi masyarakat disana.
            Kembali lagi ke masalah dualisme, menurut saya, akar dari semua permasalahan di persepakbolaan Indonesia adalah gaya kepemimpinan dari Djohar Arifin. Seperti pendahulunya yaitu Nurdin Halid, tidak konsisten,keputusan-keputusan yang kontroversial,merugikan mayoritas klub, apa yang harus dilakukan? Menurut saya solusi nya adalah PSSI atau Djohar Arifin harus bisa merangkul kedua kubu ini (ISL dan IPL). Apakah dengan menyatukan kedua nya atau mengakui kedua-dua nya. Bukankah dengan semakin banyaknya kompetisi membuat iklim persepakbolaan kita menjadi semakin kompetitif ? Cari jalan yang terbaik, agar masyarakat sepakbola Indonesia bisa merasakan dampak yang positif untuk kemajuan sepakbola kita. 
           

FIRST POST

Apeleee kawan,,, sa pu blog jadi juga.
WELCOME IN THE WORLD OF ERORR.....

sebenarnya saya membuat blog ini bukan ingin ikut-ikut tren, tapi cuman sekedar ingin menjadikan blog ini sebagai sarana 'penumpahan' pikiran-pikiran saya. saya sadar belum terlalu jago dalam hal tulis menulis, tapi yang penting pikiran-pikiran saya bisa tercurahkan. pikiran-pikiran yang saya maksud disini konteks nya luas, bisa ide,gagasan,fenomena, atapun hal-hal yang nyeleneh.


yoi brooo, selamat membaca . HAHAHA